blog tombo ngantuk - mau share tentang sejarah/asal usul kota trenggalek yang saya kutip dari padepokan-dewandaru.blogspot.com
Trenggalek merupakan sebuah kabupaten di sebelah barat daya dari provinsi Jawa Timur dan berbatasan langsung dengan samudera India. Batas-batas wilayahnya meliputi : sebelah utara berbatasan dengan gunung Wilis, sebelah timur berbatasan dengan kabupaten Tulungagung, sebelah selatan berbatasan dengan samudera India dan sebelah barat berbatasan dengan kabupaten Pacitan dan Ponorogo. Keadaan alamnya mayoritas daerah pegunungan dan mayoritas hutan yang telah dikelola oleh Perhutani. Keadaan alam yang demikian menyebabkan pendapatan perkapita penduduk menjadi rendah sehingga banyak warganya yang merantau. Keadaan alam yang minus demikian yang jadi penyebab dahulu Pemerintah Belanda sampai berulang kali memisahkan dan menggabungkan wilayah Trenggalek dengan kabupaten di sekitarnya. Trenggalek terbagi menjadi 14 Kecamatan meliputi kecamatan Trenggalek, Bendungan, Karangan, Suruh, Tugu, Pule, Panggul, Dongko, Munjungan, Kampak, Watulimo, Gandusari, Pogalan, Durenan. Ibukota Pemerintahan Kabupaten Trenggalek berada di Kecamatan Trenggalek.
Trenggalek merupakan sebuah kabupaten di sebelah barat daya dari provinsi Jawa Timur dan berbatasan langsung dengan samudera India. Batas-batas wilayahnya meliputi : sebelah utara berbatasan dengan gunung Wilis, sebelah timur berbatasan dengan kabupaten Tulungagung, sebelah selatan berbatasan dengan samudera India dan sebelah barat berbatasan dengan kabupaten Pacitan dan Ponorogo. Keadaan alamnya mayoritas daerah pegunungan dan mayoritas hutan yang telah dikelola oleh Perhutani. Keadaan alam yang demikian menyebabkan pendapatan perkapita penduduk menjadi rendah sehingga banyak warganya yang merantau. Keadaan alam yang minus demikian yang jadi penyebab dahulu Pemerintah Belanda sampai berulang kali memisahkan dan menggabungkan wilayah Trenggalek dengan kabupaten di sekitarnya. Trenggalek terbagi menjadi 14 Kecamatan meliputi kecamatan Trenggalek, Bendungan, Karangan, Suruh, Tugu, Pule, Panggul, Dongko, Munjungan, Kampak, Watulimo, Gandusari, Pogalan, Durenan. Ibukota Pemerintahan Kabupaten Trenggalek berada di Kecamatan Trenggalek.
Sejarah
Dari
sejarah Pemerintahan Kabupaten Trenggalek, Kabupaten ini menjadi daerah
otonom sejak Pemerintahan Pakubuwono II pada masa Kerajaan Mataram
Islam sebelum pecah menjadi 2 Kerajaan yaitu Surakarta dan
Ngayogyakarta. Bupati Pertama adalah putra dari Pakubuwono II yang
bernama Mertodiningrat. Akibat dari gejolak di pusat Kerajaan maka
berdasarkan Perjanjian Gianti (1755) Trenggalek-pun ikut terpecah dimana
Trenggalek dengan wilayah yang sekarang kecuali Panggul dan Munjungan
masuk Ponorogo sebagai bagian dari wilayah Surakarta dan Panggul serta
Munjungan masuk Pacitan sebagai bagian dari wilayah Ngayogyakarta.
Pada
tahun 1812, dengan berkuasanya Inggris di Pulau Jawa (Periode Raffles
1812-1816) Pacitan (termasuk didalamnya Panggul dan Munjungan) berada di
bawah kekuasaan Inggris dan pada tahun 1916 dengan berkuasanya lagi
Belanda di Pulau Jawa, Pacitan diserahkan oleh Inggris kepada Belanda
termasuk juga Panggul dan Munjungan.
Pada
tahun 1830 setelah selesainya perang Diponegoro, wilayah Kabupaten
Trenggalek, tidak termasuk Panggul dan Munjungan, yang semula berada
dalam wilayah kekuasaan Bupati ponorogo dan Kasunanan Surakarta masuk di
bawah kekuasaan Belanda. Dan, pada jaman itulah Kabupaten Trenggalek
termasuk Panggul dan Munjungan memperoleh bentuknya yang nyata sebagai
wilayah administrasi pemerintahan Kabupaten versi Pemerintah Hindia
Belanda sampai disaat dihapuskannya pada tahun 1923.
Alasan
atau pertimbangan dihapuskannya Kabupaten Trenggalek dari administrasi
Pemerintah Hindia Belanda pada waktu itu secara pasti tidak dapat
diketahui. Namun diperkirakan mungkin secara ekonomi Trenggalek tidak
menguntungkan bagi kepentingan pemerintah kolonial Belanda. Wilayahnya
dipecah menjadi dua bagian, yakni wilayah kerja Pembantu Bupati di
Panggul masuk Kabupaten Pacitan dan selebihnya wilayah Pembantu Bupati
Trenggalek, Karangan dan Kampak masuk wilayah Kabupaten Tulungagung
sampai dengan pertengahan tahun 1950.
Dengan
terbitnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950, Trenggalek menemukan
bentuknya kembali sebagai suatu daerah Kabupaten di dalam Tata
Administrasi Pemerintah Republik Indonesia.
Asal Usul Nama Trenggalek
Dalam
Babad, Legenda, Cerita Rakyat maupun Sejarah tidak pernah ada yang
menyinggung asal usul nama Trenggalek. Cerita Rakyat yang berkembang
selama ini hanya mengisahkan Kepahlawan dari Bupati Trenggalek
Menaksopal dan Ketampanan Putra Bupati Trenggalek sehingga Suminten anak
dari Warok Surogentho sampai tergila-gila. Ada salah satu pendapat yang
menjabarkan arti Trenggalek sebagai Terang Ing Galih (Terang di Hati),
namun menurut penulis pendapat ini tidak mempunyai sisi Historis apapun
dilihat dari sudut pandang Tata Bahasa, Sosiologi maupun Geografi dari
wilayah Trenggalek itu sendiri. Selama ini hanya ada satu pedoman untuk
menyingkap asal usul nama Trenggalek yaitu makam mantan Bupati/Tokoh
yang bernama Setono Galek. Namun tidak ada Catatan atau Cerita darimana
Tokoh ini berasal dan mengapa bernama Setono Galek pun orang Trenggalek
sendiri sepertinya tidak ada yang tahu arti nama itu.Dengan pengetahuan
yang terbatas, penulis mencoba mencari tahu sebagaimana dalam tulisan
Sejarah Kampak yang pernah saya tulis.
Yang Pertama
dari sudut Tata Bahasa yang penulis cari, kata Trenggalek adalah
gabungan dari 2 (dua) kata. Yang Pertama adalah Trengga/Treng adalah
kependekan dari kata Trenggana dari bahasa Sansekerta/Jawa Kuno yang
berarti Bintang/Terang dan Galek/Lek adalah dari kata Galekan/Galek juga
dari bahasa Sansekerta/Jawa Kuno yang berarti Hilang/Lenyap. Untuk
kata Galek/Galekan itu sendiri tidak banyak orang yang tahu karena kata
ini sudah lama tidak terpakai dalam khasanah Tata Bahasa Jawa sehingga
sepintas seperti kata yang asing. Arti kata ini penulis dapatkan dari
seorang yang mengerti kebudayaan Jawa Kuno karena dalam Kamus Sansekerta
yang dikarang bapak Purwadi tidak penulis ketemukan. Arti kata dari
gabungan 2 (dua) kata ini menjadi Bintang/Terang yang Hilang/Lenyap.
Atau lebih mudahnya berarti Bintangnya/Terangnya Hilang/Lenyap.
Dari
arti kata ini penulis berjalan ke belakang dalam Historis atau Sejarah
terbentuknya Kabupaten Trenggalek. Sejarah telah tertulis, awal
terpecahnya Kerajaan Mataram Islam adalah ketika terjadi Pemberontakan
sehingga Ibukota Kerajaan di Kartasura luluh lantak sehingga Pakubuwono
II menyingkir ke wilayah Ponorogo dan sekitarnya termasuk Trenggalek.
Kemudian atas bantuan Ulama Besar Ponorogo beserta santrinya dan warga
Ponorogo,Trenggalek dan Tulungagung Kerajaan dapat direbut kembali.
Karena Ibukota sudah hancur maka Ibukota dipindahkan ke Surakarta atau
Solo. Atas rasa terimakasih terhadap warga Trenggalek, maka dibentuk
Pemerintahan tersendiri di Trenggalek dengan Putra dari Pakubuwono II
sendiri sebagai Bupati Pertama.
Inilah
awal kehancuran Kerajaan Mataram karena saudara-saudara Pakubuwono II
termasuk pamannya sendiri menyatakan ketidakpuasannya karena ternyata
Pakubuwono II semakin dekat dengan Pemerintah Hindia Belanda, sebagai
pihak yang selama ini menjadi musuh sejak jaman Sultan Agung. Akhirnya
Kerajaan Mataram pecah menjadi 4 (empat) Kerajaan kecila yaitu
Surakarta,Ngayogyakarta,Pakualaman dan Mangkunegaran.
Uraian
Sejarah tadi jika dihubungkan kata Trenggalek dan kedatangan Raja Jawa
ke tanah Trenggalek mempunyai kaitan yang erat. Kata Trenggalek atau
daerah Trenggalek itu adalah Tempat Terangnya Hilang atau Lenyapnya
Bintang Raja Jawa sebagai awal Pembentukan Kadipaten Trenggalek.
Penjabaran lebih mudahnya arti Trenggalek adalah Wahyu Kraton/Wahyu
Raja-raja Jawa Hilang/Lenyap. Jadi di Trenggalek-lah Lenyapnya/Hilangnya
Wahyu Kraton Tanah Jawa. Dan dimana Hilangnya Wahyu Kraton itu
sebagaimana Siklus Sejarah, di situ jugalah Muncul/Asal Wahyu Kraton
Raja-raja Tanah Jawa.
Sekarang
kita menuju Jaman Awal Kemerdekaan Indonesia dimana Presiden Sukarno
menunjuk Pahlawan Peta Supriyadi sebagai Panglima Angkatan Bersenjata
Indonesia yang Pertama. Semua orang tahu Supriyadi sudah lenyap antara
hidup dan mati. Tetapi mengapa Sukarno tetap menunjuk Supriyadi menjadi
Panglima walau orangnya tidak muncul. Tentu Sukarno mempunyai alasan
yang kuat dan mungkin hanya Sukarno yang tahu alasannya. Karena
sebenarnya banyak Pejuang/Tentara didikan Belanda yang lebih
berpengalaman maupun didikan Jepang yang lebih mumpuni. Ternyata menurut
penulis alasan Sukarno adalah Supriyadi kelahiran Trenggalek
sebagaimana tulisan di atas mungkin menurut Sukarno, Supriyadi-lah pada
waktu itu pemegang Wahyu Keprabon/Kraton Tanah Jawa. Untuk alasan ini
terasa tidaklah Rasional, namun menurut pandangan masyarakat Jawa hanya
orang yang mempunyai atau mendapat Wahyu Keprabon-lah yang sanggup
memimpin Indonesia sebagaimana Jawa adalah Setral-nya. Artinya, hanya
orang yang mendapat Wahyu Keprabon Tanah Jawa-lah yang kuat memimpin
Indonesia. Karena menjadi Pemimpin Dunia dalam pandangan Jawa harus juga
sanggup menguasai alam Ghaib yang selama ini diidentikkan dengan
Penguasa Laut Selatan. Dan kebetulan menurut orang yang mengerti Ilmu
Ghaib Pusat, Kerajaan Laut Selatan adalah di Gunung Kumbokarno Pantai
Prigi di Kecamatan Watulimo Trenggalek.
Karena
Supriyadi tidak juga muncul akhirnya Sukarno pada tahun 1950an
mengunjungi Trenggalek sebagai rangkaian tugas dinas kenegaraan. Yang
jadi pertanyaan, untuk urusan apa Presiden Sukarno sebagai Presiden
Terbesar Indonesia mau mengunjungi Trenggalek. Padahal daerah ini adalah
daerah minus dan tidaklah mempunyai kepentingan yang strategis untuk
urusan kenegaraan. Mengapa tidak Tulungagung sebagai tempat waktu kecil
dia tinggal atau Blitar rumah dari orangtunya? Dari tulisan di atas,
dapat ditarik benang merah tujuan Sukarno adalah ingin mendapatkan Wahyu
Keprabon untuk memperkuat kedudukannya karena sebagaimana orang tahu
Sukarno adalah orang yang suka hal-hal yang berbau Ghaib dan Budaya
Jawa. Ada satu hal yang lucu,apakah benar atau salah adalah waktu
penulis masih SD pernah membaca tulisan Sukarno kelahiran Trenggalek.
Menurut kakek penulis yang menghadiri pidato Bung Karno di alun-alun
Trenggalek, Sukarno mengakui sendiri bahwa dia adalah kelahiran
Trenggalek tepatnya di belakang Gedung Bioskop Trenggalek Teater yang
sekarang sudah tutup. Inilah yang memperjelas dari arti kata Trenggalek
yang berarti Terang Hilang atau Bintang Lenyap atau Wahyu Hilang.
Yang Kedua
arti kata Trenggalek menurut Sosio dan Geografis, Trenggalek adalah
sejenis tumbuhan lama yang sekarang jarang ditemukan. Ciri-cirinya
batangnya berwarna agak kemerahan serta daun dan batangnya kecil. Kata
dan Nama Trenggalek adalah bahasa Jawa Kuno dan tidak ada duanya di
dunia untuk menamai tumbuhan tersebut dan memang jaman dahulu banyak
tumbuh di daerah Trenggalek. Nama lain tumbuhan ini adalah Telaga Sari
atau Telaga Warna. Tumbuhan ini sebagai penetralisir zat Radioaktif.
Lalu apa hubunganya dengan tumbuh di daerah Trenggalek? Trenggalek
adalah daerah perbukitan dan banyak gunung-gunung kecil sambung
menyambung melingkari wilayah Trenggalek. Secara Geologi pegunungan
Trenggalek adalah barisan dari Pegunungan Kapur Selatan dan bersambung
dengan lereng Gunung Wilis. Tidak seluruhnya bukit-bukit tersebut
pegunungan kapur yang menandakan daerah Trenggalek adalah bekas lautan.
Banyak batu-batuan yang muncul ke permukaan dan membentuk bukit-bukit
itu. Dalam Ilmu Geologi dinamakan Batuan Introsif atau batuan muda dan
karena proses geologi terbentuk menjadi unsur-unsur logam seperti emas
dan sebagainya. Oleh karena itulah daerah Trenggalek kaya akan bahan
tambang namun dalam intensitas kecil dan kadang yang masih muda. Akibat
dari Proses Kimiawi Alam yang masih berlangsung inilah yang jadi
penyebab Zat-zat Radioaktif keluar dari perut bumi sehingga merusak dan
menghancurkan makhluk hidup di atasnya. Zat Radioaktif inilah bagi orang
yang mempelajari Ilmu Ghaib biasa disebut makhluk Perusak. Hal ini
menjadi bertambah kuat mengapa Trenggalek menjadi Pusat Kekuatan
Penghancur pada Jaman dahulu. Semisal menurut orang yang mengerti Ilmu
Ghaib, Dewata Cengkar yang dikalahkan Prabu Aji Saka bertapa dan berdiam
di wilayah Kamulan Kecamatan Durenan. Nyai Roro Kidul yang berunsur
Penghancur juga berada di Pantai Prigi sebagai Dayang Ratu Kidul. Dan
alasan Syech Subakir mendarat pertama kali di tanah Jawa di Pantai
Prigi. Karena wilayah Trenggalek masih diselimuti unsur Radioaktif
sebagai zat Penghancur Makhluk Hidup namun juga bisa jadi Zat yang bisa
dimanfaatkan untuk kelangsuhan makhluk hidup. Menjadi masuk akal jika
tumbuhan Trenggalek/Telaga Sari/Telaga Warna banyak tumbuh di wilayah
Trenggalek sebagai Penyeimbang atau Penetralisir Zat Radioaktif. Dari
nama tumbuhan inilah asal muasal menjadi nama daerah Trenggalek
khususnya wilayah Kecamatan Trenggalek. Orang Jaman dahulu menamakan
suatu wilayah biasa menggunakan nama tumbuhan,hewan,keahlian
penduduk,ciri daerah dan sebagainya.
Dari
uraian di atas ada 2 (dua) pandangan untuk menentukan asal usul nama
Trenggalek. Dan semua penulis serahkan kepada kesimpulan pembaca. Namun
pendapat inilah masih entah dan perlu penyempurnaan karena penulis juga
belum punya sumber dan pegangan Historis yang bisa dipercaya tentang
Siapa dan Sejak Kapan nama Trenggalek dipakai untuk menjadi nama
khususnya Kecamatan Trenggalek. Menurut catatan sejarah, secara resmi
nama Trenggalek dipakai semenjak berdirinya Kadipaten Trenggalek pada
masa Pemerintahan Pakubuwobo II. Apakah sebelumnya sudah dipakai,penulis
tidak menemukan pada catatan-catan kuno. Jika kata Trenggalek itu
adalah merupakan Satu Kata dan Bukan gabungan 2 (dua) kata, besar
kemungkinan bahasa Trenggalek ini sudah ada sejak Jaman Majapahit yang
masih kental menggunakan bahasa-bahasa Jawa Kuno. Karena pada masa Islam
bahasa-bahas yang digunakan cenderung sudah menggunakan bahasa-bahasa
Jawa Baru. Kemudian siapa yang pertama kali memberi nama Trenggalek?
Sesuai Prasasti atau Peninggalan Makam Kuno yang ada,besar kemungkinan
adalah Setono Galek atau mungkin dialah Penguasa Galek yang pertama.
Demikian
tulisan ini penulis buat semata sebagai penambah wawasan dan bukti
cinta penulis terhadap tanah kelahirannya. Ada kurang lebihnya penulis
sebagai manusia biasa mohon maaf yang sebesar-besarnya dan jika ada
tambahan pendapat untuk memperkuat pendapat penulis atau yang tidak
sependapat bisa berkomentar karena semua ini adalah ajang pembelajaran
bagi kita semua. Semoga bermanfaat bagi kita semua.
Referensi : Wikipedia dan http://www.trenggalekkab.co.id
source ; padepokan-dewandaru
baca juga : unik dan aneh
source ; padepokan-dewandaru
baca juga : unik dan aneh


10.24
Kang Iyon

Posted in:

2 komentar:
heeeeemmmmm
makasih, nambah wawasan. Ada yang masih merawat/menanam pohon Trenggalek?
Poskan Komentar